Friyay ke Kaikoura

14 November 2016, jam 00.02, gempa kekuatan 7.6 SR mengguncang bagian atas Pulau Selatan New Zealand. Yang mengakibatkan kerusakan paling parah di kota Kaikoura. Blenheim yang terletak 1 jam 40 menit jauhnya pun kena berasa efek gempanya. Kata Iyan, malam itu gempa susulan datang bertubi2, sampai tempat tidurnya dia geser, padahal tuh tempat tidur terbuat dari kayu dan berat πŸ˜“

Kerusakan paling parah di kota Kaikoura, menyebabkan putusnya jalur kereta api antar bagian atas pulau Selatan dan bagian bawah pulau Selatan. Udah gitu, jalanan juga terputus, yang tadinya dari Blenheim ke Christchurch bisa ditempuh dengan mobil selama 5 jam, jadinya harus lewat inland road ( jalan memutar ) yang makan waktu 8 jam. Mana dikasih tahunya inland road itu, tidak didesain untuk dilewatin sama truk2 – kontainer2 gitu. Jadi benarnya jalanannya ringkih. Gua ingetnya pasca kejadian gempa itu, banyak batu2an yang muncul ke permukaan laut dan seal colony disekitar Kaikoura menghilang. Penduduk Kaikoura terisolasi beberapa lama dikarenakan susahnya memasuki kota tersebut. Butuh 1 tahun untuk perbaikan jalan keseluruhan, dan sampai saat ini perbaikan masih terus berlangsung. Kereta api dan jalan dibuka kembali pas hari Natal 2017 ( 1 tahun setelah gempa ), waktu itu liputan berita besar2an di TV dan macet pastinya karena banyak yang mau lihat2 kesana, bahkan ada yang baru ketemu keluarganya setelah 1 tahun berlalu 😒

Berhubung kita tahu bakal macet, akhirnya kita baru ke Kaikoura lagi sekitar pertengahan bulan Maret 2018. Itupun ternyata macet hahaha.. excited pastinya, karena biasanya kalau gua ke New Zealand dan dijemput Iyan, kita selalu berhenti di kota ini. Berhubung butuh waktu hampir 4 jam untuk bolak balik, kita mutusin berangkat pagian, biar pulangnya gak kesorean. Yang pasti kalau buat Iyan tujuan utamanya, yah lihat bekas2 gempa dan perbaikannya. Kalau gua lebih ke yah jalan2nya hahaha..

Bekas longsoran gempa itu sudah kelihatan dari kota kecil Clarence yang letaknya 40 km dari Kaikoura.

Yang warna putih itu, bekas longsoran

Bekas Longsoran

Bekas Longsoran

Batu – batu yang disampin kiri ini, aslinya ada di bawah laut

Semua batu muncul ke permukaan, jadinya batas lautnya lebih jauh lagi

Perbaikan jalan dimana-mana

Bekas Longsoran yang dipagari beton, katanya sih kalau ada gempa2 kecil, batu2nya masih suka longsor

Rel kereta api yang terputus

Gak kelihatan anjing laut sama sekali, dan bau amis dari lautnya tajam menyengat.

Ini tebing utama yang bikin jalanan lumpuh selama 1 tahun

Jalanan aslinya yang rada keatas kontainer itu

Waktu gua pergi, belum kelihatan seal, tapi katanya sekarang sudah banyak keluar

Nins Bin ini jual crayfish, dan depotnay terkenal di Kaikoura, sayang harganya mahal..

Yang diatas itu, bangun kayak rel kereta lagi atau jalanan ( kalau gak salah )

Jembatan baru, jalanan yang aslinya ada disekitar tariler disebelah kanan

Fish and chips

Mini Container mall

Keren deh, gampang ditemuin dimana-mana (alat kejut jantung)

Bisa ikutan tour lihat ikan paus dan lumba-lumba dari Kaikoura

Nah, penampakan Cray Fish kayak gini

 

 

Advertisements

18 thoughts on “Friyay ke Kaikoura

  1. Wih serem juga ya
    Resiko negara yang punya banyak gunung api dan deket lempeng tektonik
    Banyak gempa bumi
    Sama kayak indonesia

  2. Ini jadi bingung mau komennya. Campur aduk. Alamnya sumpah keren banget, mana langitnya biru bersih gitu lagi. Trus di sisi lain, ngeliat foto2 ini jadi gemeter juga ngebayangin pas gempa terjadi. Btw soal alat kejut jantung itu juga keren ya. Tanggap darurat banget ini pemdanya ((PEMDA. Lu kate Pemda Kabupaten Bogor?))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s