Random Things while in NZ (part 9)

Kalau di Indonesia, namanya toilet atau WC (water closet), disini banyak banget dah namanya.. ada yang nyebut lavatory ( yang mana biasanya toilet di pesawat disebut  lavatory ), ada yang nyebutnya LOO ( kalau lihat di internet, Loo ini dari bahasa inggris nya Inggris ), ada yang nyebutnya ladies toilet atau men toilet. Lumayan mabok yah waktu awal2, language barriernya. Ada lagi bathroom ( kamar mandi yang tanpa toilet, cuma shower ) dan toilet ( kamar mandi aja ). Tapi pada dasarnya disebut toilet atau bathroom aja yang umum banget..

Gua sering banget nemuin, kalau opa oma di tempat gua kerja, habis ngopi atau ngeteh, tissue bekasnya mereka pasti dimasukkin kedalam gelasnya. Awalnya gua sama sekali gak ngerti, kenapa sih mesti dimasukkin ke gelas? Apalagi kegelas yang isi kopi/teh  masih separuh gelas, pan yah ribet ngeluarin tissuenya karena dah basah dst dst.. Ini sampe gua survei lho si opa oma, yang ujung2nya mereka malah tanya gua balik, emang kenapa? Gak boleh ya? Hehehe.. Gua penasaran aja, apakah ini tradisi dari jaman dulu, masukkin tissue ke gelas, artinya sudah gak mau diminum lagi atau gimana? Ternyata, kata mereka kebiasaan, karena jaman dulu, masukkin tissue artinya sudah tidak mau diminum lagi, dan karena dulu gak ada tempat sampah selain di dapur, jadinya tissue bekasnya dimasukkin kegelas.. Walah, baru tahu!! Hehehe.. ( secara yah di tempat gua kerja, setiap ruangan umum selalu ada tempat sampahnya )

Ada lagi ni soal tissue, opa oma ini atau Iyan atau sodaranya, ada juga temen kerja gua, mereka ini kalau makan, kadang suka gak ngeh, karena sudah terbiasa, tissuenya suka ditaruh dipaha atau diselipin dibagian depan dada. Mirip kalau makan di hotel di Jakarta, dikasih napkin kan, nah ini yang biasanya kita taruh dipaha, biar kalau ketumpahan makanan, gak langsung kena baju/celana. Nah disini ( seenggaknya di Blenheim ), gua sering banget lihat ginian, mungkin kalau di Jakarta, hanya di restoran hotel2 atau tempat yang ngasih napkin ( bukan tissue kecil ).

Kalau di Jakarta, biasanya kita sebut ” jalan atau gang “, misalnya Jalan Sudirman, atau Gang Kelinci. Di Blenheim, banyak banget sebutannya, ada Street ( St ), Road ( Rd ), Drive ( Dr ), Lane ( Ln ), Place ( Pl ). Kalau lihat di internet, masih banyak sebutan lainnya, tapi yang gua lihat di Blenheim cuma yang gua sebutin diatas. Sampai saat ini, gua belum bisa bedain ” Street and Road “, tapi mungkin yah secara garis besarnya aja, kalau yang pake Road ( contoh Murphy’s Rd ), ini cuma jalan lurus doang yang ujung satu ke ujung lainnya ada pertigaan atau perempatan, dan kiri kanannya hanya kompleks perumahan, untuk yang Street ( contoh High St ), ini jalan raya utama yang kiri kanannya bisa perumahan atau bangunan komersial lainnya, biasanya jalannya bisa berkelok2 dan lurus juga. Kalau yang Drive ( contoh Kingwell Drive ), ini jalan di daerah kompleks yang berkelok2, mirip sama Road, cuma berkelok2 saja. Kalau yang Lane (contoh Orchard Ln), ini jalanan sempit mungkin bisa dibilang kayak gang, biasanya terletak di pinggiran kota dan gang buntu. Kalau yang Place ( contoh Fuschia Pl ), ini kayak Lane juga, tapi bedanya diujung gang buntu itu, ada bundaran kecil buat putar balik.

Ntah cuma gua aja yang kepo atau gimana, dulu gua suka penasaran, kenapa bukan pake Street semua, kenapa mesti beda2? Jadi gua suka kayak pas lagi jalan pagi gitu, suka nyamperin ke beberapa sebutan diatas, dan berujung suka kena omel sama Iyan. Soalnya kalau kayak celingak celinguk gitu, suka disangka mau maling, wkwk.. disini tuh privacy sangat diutamakan. Tapi setelah menelaah, akhirnya paham juga dah soal urusan jalan ini. Jadi kalau nemu yang nama jalan yang akhirannya Lane, udah deh gak usah ditelusuri lebih lanjut. Apalagi yang kalau jalannya memang cuma gang kayak tempat gua tinggal, kalau gak nyari rumah orang, mending lewatin aja. Lagian walaupun rumahnya didalam gang, biasanya dipinggir jalan itu, ada kotak pos masing2 rumah, jadi gak ada tuh ceritanya, nyari rumah orang pake lihat nomor rumah, kecuali yah kalau rumahnya dipinggir jalan, lain cerita deh..

By the way, ini berdasarkan pengamatan gua aja ya.. Nanti kapan2 gua cerita soal yang di daerah pinggiran kota, yang lebih kearah pertanian dan perkebunan..

Ciao, Inly

6 thoughts on “Random Things while in NZ (part 9)

    • Yup yup, betul banget.. kayak di kelapa gading, kan nama jalan utamanya, bulevar kelapa gading, yang mana banyak pohon rindang (dulunya) 😂 sekarang dah jadi lintasan LRT haha..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s