Soal Dementia part 5

Awal bulan Desember lalu, tempat gua kerja di locked down, gara2 ada virus nyebar. Namanya Norovirus, jadi ini kalau di Indonesia, kurang lebih namanya Muntaber, keluar dari atas bawah.. Di Indonesia sendiri, banyak kan kasus muntaber, mungkin karena keseringan lihat ginian waktu di Indonesia, jadi buat gua sendiri mestinya gak bahaya sampai gimana. Tapi buat New Zealand, negara yang sangat concern sama virus, Norovirus ini serem banget, bisa menyebabkan kematian, yang mana baru gua sadari juga, antara imun tubuh orang sini gak kuat, atau yah memang virusnya mematikan.

Disini, terutama buat para penghuni panti jompo, virus ini riskan banget, dan beneran lho bisa mematikan. Makanya sampai facilitynya dilockdown selama 3 hari atau 72 jam dari kejadian pertama.. Dilockdown artinya, semua resident gak boleh keluar, dan semua pengunjung gak boleh masuk, hanya staff yang bisa keluar masuk. Tapi gak boleh pindah ke bagian lain. Artinya kalau kerja di bagian dementia, yah udah disitu aja, gak bole ke wing lain. Dari bagian dementia, ada gua dan 1 pekerja lainnya, yang kerja double shift dibagian lain, dan akhirnya gua libur kerja 1/2 hari selama 2 hari. Tapi pas lagi kejadian parah2nya, untung gua pas libur hehehe..

Nah disini masalah dimulai, karena dilockdown, yang artinya gak boleh ada pengunjung, alhasil beberapa oma opa di bagian dementia, stress.. Mereka merasa terjebak didalam, padahal yah cuma karena ada kata “lockdown or isolation”, aslinya tanpa lockdown pun, mereka juga memang terkunci didalam. Seperti yang gua suka bilang, this is just how their mind tricking themselves. Terus ada 2 oma, keluarga mereka ini selalu datang ngunjungin mereka tiap hari, karena ke lockdown, jadinya gak ada yang boleh berkunjung, terus 2 oma ini jadi caper ( cari perhatian ). Kalau ketemu caregiver atau siapa ajalah yang mereka anggap staff, pura2 susah jalan alias jalannya pincang, butuh dituntun. Tapi kalau gak ada yang lihat, jalannya biasa aja tuh.. Belum lagi yang pura2 sakit perut, langsung deh bikin stress, karena balik lagi, Muntaber.. Padahal ada beberapa yang pura2 aja, biar ditemenin sama staff.

Ada oma yang selama 3 hari itu, selalu tanya, ini kita kapan bisa keluar? Dan selalu kudu dijelasin panjang lebar.. Beneran deh, kerja di bagian Dementia tuh, either loe kudu sabar banget atau yah cuek banget.

Oma gua, nyokapnya bokap pun kena dementia, dan saban hari suka bawa gembolan baju, dan selalu bilang mau pulang. Pulang tuh maksud dia, mau pulang ke Tiongkok Daratan, mau ketemu mamanya.. Dan sama juga, setiap ada almarhumah oma gua dirumah gua, pagar rumah selalu di gembok, sama persis kayak di bagian Dementia ini. Oma gua ini, kalau dibiarin keluar pagar, dia juga bingung harus jalan kemana, karena di Jakarta, kita tinggal di komplek perumahan, kalau dia jalan keluar dan ketemu perempatan, langsung bingung. Sama kayak oma opa disini, mereka kalau dibiarin keluar, cuma tahu jalan ke jalan raya, tapi habis itu, ya udah, ikut kaki melangkah aja..

Kejadian kemarin itu, benar2 ribet banget lho, salah satunya, harus lapor ke Departemen Kesehatan, plus beberapa orang yang kena virusnya ( staff or resident ), harus diambil sampelnya dari bokong huhuhuhu.. untuk di tes di lab.. Di bagian Dementia, kebetulan di lockdown selama 5 hari, dan gua kerja di 2 hari terakhir.. jadi gua kerja pas virusnya sudah mulai mereda.. And gua aman, gak kepapar virus, ada 2 temen kerja gua yang sakit, dan mereka ngomel2 pas disuruh ambil sampel pake stik es krim hihihi..

Ciao, Inly

2 thoughts on “Soal Dementia part 5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s