Soal Lockdown di New Zealand (Blenheim)

Hari ini, tanggal 31 Maret 2020, hari ke 6 lockdown di New Zealand. Kasus Covid-19, perhari ini, 647 kasus. Dalam waktu 2 minggu, dari 8 orang jadi 647 orang..

Mulai tanggal 26 Maret 2020, New Zealand lockdown selama 4 minggu. Lockdown dalam artian, semua kegiatan berhenti, semua bisnis tutup, orang2 work from home, hanya pekerja tertentu saja yang masih masuk kerja. Essential worker, such as doctor, nurse, pharmacist, health workers, supermarket workers, dan beberapa pekerja penting lainnya. Sisanya bukannya dianggap gak penting, cuma contohnya aja, pekerja di supermarket, kan gak bisa toh kerja dari rumah.

Kenapa bisa sampai lockdown? Gara2nya kasus Covid-19, nambahnya cepat banget, hari Sabtu 2 minggu lalu, tanggal 21 Maret, masuk ke Alert 2 ( semacam siaga 2 ). Terus penambahan kasusnya tiba2 melonjak tinggi, langsung deh hari Senin, tanggal 23 Maret, masuk alert 3, dan dalam waktu 48 jam kedepan, New Zealand masuk ke alert 4. Ada bagusnya dikasih jeda waktu, ini buat persiapan semua orang. Walaupun cuma 48 jam, tapi tetap bagus daripada langsung ditutup saat itu.

Pro kontra soal lockdown ini, waktu pengumuman Pasien nomor 2, wakil perdana menteri New Zealand, sudah ngumumin ke publik, kalau sebaiknya warga negara New Zealand yang sedang berada di luar negeri sebaiknya pulang secepatnya. Waktu itu, belum ada info2 soal lockdown. Cuma jaga2 aja. Mirisnya, dari 647 kasus, hampir 80% nya adalah warga negara NZ yang pulang ke NZ. Banyak yang nyayangin soal ini, gua sendiri gak bisa komentar gimana. Serba salah, karena hampir semua negara2 lockdown, otomatis yah pasti pada pengen keluarganya juga ngumpul bareng. Nyatanya malah banyak yang bawa virus.

Di Blenheim sendiri, ada 16 kasus sejauh ini, 2 dirawat di rumah sakit. Panti jompo tempat gua kerja, udah dari awal Maret mulai memberlakukan jam berkunjung, siapa saja yang boleh berkunjung, sampai akhirnya dipertengahan Maret, tidak boleh ada pengunjung sama sekali. Kecuali untuk yang memang sudah mau meninggal, hanya boleh 2 orang sekali masuk selama 15 menit. Feel sorry for the family, but we need to keep everyone safe. During this time, 2 grandma passed away karena sakit, bukan kena virus. Sedihnya, selama lockdown ini, otomatis gak bole ada acara apa2..

Gua sendiri tetap kerja, 4 days on 4 days off, cuma peraturan kebersihan lebih ketat. Harus diukur temperatur tubuh sebelum mulai kerja, cuci tangan sudah pasti, pakai sarung tangan juga. Cuma gak perlu pakai masker ( ditempat gua kerja yah maksudnya). Jam kerja pun bertambah, alhasil selama break shift, gua gak pulang kerumah lagi, nanggung banget, karena setiap pulang, diharuskan mandi dan ganti baju sebelum mulai shift berikutnya, ya udahlah, gua nongki di staff room aja..

Berhubung Blenheim kota kecil, lockdown gini, gak terlalu berasa sampai gimana, aslinya juga dah sepi kan.. Cuma memang gua penasaran aja, di town center kayak apa, tapi disarankan tidak usah jauh2 dari rumah. Jalan kaki keliling kompleks saja ok, jaga jarak 2 meter kalau ketemu orang. Gak usah nyetir jauh2, karena sewaktu2 bisa diberhentikan sama polisi, ditanya mau ngapain. Apalagi kalau sudah jam supermarket tutup, jam patroli lebih ketat. Buat yang kerja, semuanya dibekalin surat keterangan kerja, jadi suratnya kudu dibawa kemana2, kalau memang pulang kerja shift malam.

Sejauh ini, yang gua kunjungin cuma supermarket saja. Peraturan di supermarket, hanya boleh 1 orang saja yang belanja dari 1 keluarga. Jaga jarak 2 meter, belanja gak boleh maruk ( walaupun sampai saat ini, hand sanitizer, masker dan sarung tangan masih kosong ), masuknya antri satu persatu dan semuanya patuh. Gua sama Iyan, sudah atur jadwal, belanja ke supermarket di hari pertama gua libur, dan hari terakhir gua lagi. Soalnya Iyan lagi gak boleh kemana mana. Gua parnoan, tapi Iyan lebih parno lagi, apa2 disemprot sama Dettol, termasuk pas mau isi bensin, gagang bensinnya disemprot Dettol dulu, terus gua bilangin kan Dettol bukannya ada alkohol ya? Dan itu kan bensin? Welehhh..  Saat ini, gua ngerasa beruntung banget, koleksi tissue basah dan masker gua lumayan banyak, bawa dari Indonesia waktu mudik kemarin hehe..

Iyan sendiri kudu stay at home, soalnya dia lagi ringkih. Jadi ceritanya, setelah nunggu sekian lama, akhirnya jadwal operasi broken ribsnya keluar, tapi kita gak pernah nyangka, kalau NZ lockdown, dan jadwalnya ditunda. Gua sempat bingung juga sih, menurut gua, operasi dia termasuk penting, tapi kata kepala suster, lagi kondisi gini, bahaya buat Iyan nya, soalnya pasca operasi, pasti kan immun bodynya rendah, gampang kena infeksi. Yah ngeri juga kalau dikasih tahu kayak gitu. Secara operasinya di kota Christchurch, dan selama lockdown, gak ada transportasi umum, baik darat, laut dan udara. Yah repot juga ujung2nya.. Iyan bisa dibilang essential patient, tapi kan guanya kaga. Plus dirumah sakit, hanya dia doang yang boleh masuk, guanya gak boleh, terus kotanya tutup, yah gua juga bingung mau kemana. Ambil positifnya aja, jadwalnya ditunda bukan dicancel.

Ciao, Inly

Yang lagi pengen makan KFC, tapi restonya tutup sebulan. Padahal kalau gak lockdown, belum tentu juga pergi makan hahaha.. 

11 thoughts on “Soal Lockdown di New Zealand (Blenheim)

    • Sorry balesnya telat banget Dita.. New Zealand udah turun ke level 2, dan by the end of June diperkirakan kembali normal yang rasanya gak bakal normal kayak dulu.. kamu juga sehat2 disana.. Met Idul Fitri, minal aidin walfaizin..

  1. Iya nih di sini juga semenjak balik dari liburan kemarin belum pernah ke city center lagi. Situasi lockdown di sana kalau cuma keliling kompleks atau ke supermarket apa mesti pakai permit juga?

    • Sorry baru balas, Ko.. Ke supermarket gak pake permit, tapi tetap social distancing. Keliling kompleksnya gak boleh jauh2 banget.. Gak terlalu dicek kalau dikota kecil, tapi memang kesadaran dari diri kita sendiri aja.. Waktu lockdown kemarin, banyak juga kok yang jalan kaki, tapi memang kalau ketemu orang lain, yah hampir semuanya menghindar, jauh-jauh 2 meter..

    • Pas lockdown kemarin, sempat ada 2 oma, dicurigai kena covid-19, langsung swab test dan diisolasi selama 14 hari.. tapi untungnya bukan dibagian dementia, jadi lebih gampang di kontrol.. but all good wothnthem now. Terus di kota christchurch, ada 1 panti jompo yang banyak kasus covidnya, dan dari total 21 orang yang meninggal ( diseluruh NZ ) kena covid disini, 50% nya dari panti jompo tersebut.. 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s