Soal Rumah Sakit pas masa pandemik

Pertengahan bulan Februari lalu, Iyan dapat telepon dari rumah sakit di Christchurch, sehubungan dengan tulang rusuk dia yang patah. Ceritanya, pertengahan tahun lalu, pas lagi bantuin keluarga dia yang pindahan dari pulau, dia angkat barang dan kepentok sama sesuatu yang lumayan berat, jujur sih bingung jelasinnya haha.. Intinya setelah sekian lama, bolak balik ke dokter, baru ketahuan tulang rusuknya patah 3 biji.. gak bohong lho, ke dokter di New Zealand sama ke dokter di Jakarta, suer deh bedanya jauh banget, kudu bikin janji ke dokter, yang mungkin baru ada di minggu depan, itupun cuma diperiksa gitu2 doang, gak pake suntik segala, dan untuk ketemu spesialis juga susahnya setengah mati, beda sama di Jakarta, yang tinggal datang dan antri, langsung ketemu dokter juga hari itu, kecuali ketemu spesialis, mungkin mirip2 disini deh..

Nah telepon dari rumah sakit tadi, kasih tahu Iyan kalau dia harus ke Christchurch, awal minggu depannya, ketemu sama dokter bedah spesialis. Setelah ketemu muka, dokternya oke, jadwal operasi akan diinfokan, dan di prioritaskan. Keluarlah jadwal operasi di tanggal 26 Maret 2020. Tidak disangka, tidak dinyana, 26 Maret 2020, New Zealand lockdown di level 4 ( covid-19 ), yang artinya semua kegiatan berhenti, tidak boleh bepergian ( gak ada transportasi kemana – mana ), yang buka cuma supermarket, apotik, dan beberapa kegiatan essential lainnya. Ke rumah sakit, kalau tidak benar2 sakit, tidak disarankan ke RS. Info dari pemerintah NZ, sungguhlah mepet semua. Tanggal 19 Maret, jumlah yang kena virus corona, tiba2 melonjak tinggi, 21 Maret, NZ masuk ke level 2, 23 Maret, masuk ke level 3, dan dipastikan 26 Maret masuk ke level 4, lockdown. Waduh, pas masuk ke level 2 aja, kita berdua udah deg2an. Yang pada akhirnya, memang operasinya di tunda. Menurut suster yang telpon Iyan, kalau tetap dilanjutkan sangatlah riskan, takutnya malah nanti kena virus apalah itu, karena pasca operasi, pasti kan daya tubuh akan rendah. Plus, bisa pergi ke Christchurch, tapi gak bisa pulang ke Blenheim, karena perjalanan antar kota, dilarang. Dan sudah pasti nyetir kan. Udah gitu, yang boleh menginjak RS cuma Iyan, gua gak bisa jenguk sama sekali, tapi pas dia di discharged, harus ada yang terima, which is yah harus gua. Cuma bingung juga mau ngapain sehari2 disana kalau gak bisa jengukin juga?

Pas diinfo, ditunda, yah udahlah kita pasrah aja.. Karena diinfokan, bakal di prioritaskan, jadi kita optimis aja, selama bukan di cancel tapi cuma ditunda. Tiba2, tanggal 5 Mei kemarin, Iyan dapat telepon dari RS, diinfokan, jadwal operasinya bakal di tanggal 14 Mei, dan dia diharapkan hadir di RS tanggal 13 Mei. Ajegile gak tuh, cuma dikasih waktu kurang dari 10 hari untuk urus ini itu. Sempat ditanya, kalau ditunda lagi, apakah bisa? Cuma dijawab, bisa, tapi ntah sampe kapan.. Akhirnya, diputusin, oklah, kita ambil jadwalnya. Gua kudu urus cuti dadakan, harus booking motel, kumpulin paperworksnya Iyan lagi, jadi gedebak gedebuk, plus gua juga masih kerja, jadi harus nunggu sampai gua libur, dan pada waktu itu, NZ masih di level 3 yang akan beralih ke level 2, di tanggal 14 Mei, pas hari Iyan di operasi..

Saat itu, perjalanan antar kota masih dilarang kecuali ada surat khusus, yang mana kita memang punya bukti kalau Iyan mau operasi tanggal sekian, jadi yah kita pede aja. Perjalanan naik mobil dari Blenheim ke Christchurch memakan waktu 4.5 jam tanpa berhenti. Kita berangkat hari Selasa tanggal 12 Mei, jalanan sepi, gak banyak mobil, hanya truk2 yang angkut barang dan ternak antar pulau.

Singkat cerita, info dari suster kepalanya, Iyan operasi hari Kamis, dan hari Sabtu sudah bakal keluar RS, cepet bangett yaaa.. padahal operasinya lumayan rumit. Karena semua optimis, otomatis kita optimis juga, Sabtu keluar, inep semalam 2 malam lagi, paling banter pulang hari Selasa, karena gua kerja hari Rabu. Gak tahunya, operasinya lumayan rumit, dan Iyan bahkan masuk RS hari Kamis, keluarnya Kamis depannya lagi, ckckck.. mana pindah Rumah Sakit pula, set dahh..

Jadwal dia pre-operasi itu di tanggal 13 Mei dari jam 12 siang sampai jam 5 sore, dan yang boleh masuk cuma dia doang, alhasil gua cuma nganterin terus balik lagi ke motel. Operasi tanggal 14 Mei pun, dia berangkat sendiri, soalnya gua percuma ngikut, gak bisa masuk. Padahal yah kan deg2an nunggu kabar segala. Alhasil cuma bisa nunggu telepon dari suster. Which is operasi jam 8.30, kelar jam 11 siang. Udah gitu, jam besuk tiap hari cuma jam 4 sore – 6 sore dan hanya bisa gua doang. Sisanya gua cuma di motel aja, nontonin film serial gua yang keteteran, sampai selesai semua lho, selama 5 hari haha.. Gak bisa kemana-mana, secara mall gak ada yang buka, naik bus juga riweh aturannya.. udahlah, diam di motel aja.. Gua sempat cerita ke Iyan, “ih kalau di film2kan, ada tuh yah pada duduk di ruang tunggu, nungguin kabar kelar operasi” Kata Iyan, itu cuma di film aja haha.. Dan buat pertama kalinya, gua pesan Uber Eats di New Zealand.. Hahaha.. Di dekat motel, ada McDonald, tapi apa daya, hanya bisa pakai Uber Eats atau drive thru.. kan gak mungkin, gua jalan kaki ke drive thru, terniat sih kalau itu.. hahaha.. Pesan Uber Eats aja mabok lho.. Sangking banyak pilihan tapi perutnya gak muat.. Belum lagi, jatuh2nya mahal banget harganya.. hahaha.. Alhasil 2 hari aja beli Uber Eats, sisanya makan Indomie wkwkwk..

IMG_5690

Uber Eats dari restoran Hachi Hachi

IMG_5694

Gua lupa nama restorannya tapi mayan buat ngangenin makan ayam korea hahaha..

IMG_5678

Back to Indomie

IMG_5714

Ichiban Noodles with real pork pieces, gua tambahin telor dan kimchi.

Di Rumah Sakit yang pertama, makanannya Iyan sih enak2 lho, tapi sayangnya gak dimakan sama dia, karena gak nafsu makan pasca operasi. Jadi kata dia, pas pre-op tanggal 13 itu, dia disuruh pilih menu juga, buat 3x makan selama 3 hari.. Gokil kan.. kamarnya juga enak banget, sendirian aja, luas dan channel tivinya lebih banyak daripada dirumah haha.. Tapi yah tetap gak ditonton, banyak molornya mah dia.. Lebih seneng denger radio, yang boleh dipinjem dari motel haha..

IMG_5710

Ini salah satu dinnernya Iyan di Rumah Sakit

IMG_5733

Atau yang ringan kayak gini, cuma telur rebus

Iyan akhirnya pindah ke Rumah Sakit yang satunya lagi, karena dokter bedahnya ada pasien disana, memudahkan untuk dipantau.. Dirumah sakit yang baru, Senin sampai Kamis, Iyan ada di kamar yang isinya 4 orang, alhasil gak ada tivi, karena cuma ada di ruang bersama, untunglah HP dia bisa buat denger radio, kalau kaga, bisa jadi super grumpy, mana kalau kamar rame2, pasti berisik. Terus dia gak ada yang jengukin, cuma adeknya doang datang 1 hari, karena gua kudu balik ke Blenheim, karena harus kerja. Yah bukannya gimana, berkaca dari yang sebelumnya, jam besuk masih ketat, gak bisa ngapa2in.. Alhasil pas dia didischarged, adeknya yang terima, bahkan adeknya anterin dia pulang ke Blenheim lho, naik mobil hihi.. Such a good brother.Β 

Gua sendiri pulang hari Senin pagi, karena waktu itu, cuma ada 1 pesawat yang rute Christchurch – Blenheim, seminggu cuma Senin Rabu Jumat, jam 8.30 pagi – 9.20 pagi ( 1x flight aja), dan gua kerja hari Rabu, jadi satu2nya yang available cuma Senin pagi. Dan ternyata, itu first flight yang tiba di Blenheim Airport after lockdown kelar.. Di airport Christchurch sendiri, social distancing dimana2, bahkan pas naik kedalam pesawat, juga diarahkan duduknya harus dimana. Anyway, pesawat yang gua naikin juga pesawat kecil, cuma kapasitas 10 orang + 2 didepan ( pilot ), dan hari itu, penumpangnya cuma 4 orang. Gua naik pesawat karena gak ada bus beroperasi, satu2nya cara hanya naik pesawat kecil itu atau nyetir mobil ke Blenheim. By the way ya, ini benar2 pengalaman banget deh, berurusan sama Rumah Sakit pas lagi pandemik.

Ciao, Inly

IMG_5737

Tempat duduk di Christchurch Airport, ditentukan tempat duduknya

IMG_5738

Meja pun ada signagenya

IMG_5740

Dari boarding room ke pesawat, jauh bener..

IMG_5741

Itu dia pesawatnya

IMG_5744

Serasa private jet ya

 

 

4 thoughts on “Soal Rumah Sakit pas masa pandemik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s