Soal Kerjaan

Sudah masuk musim gugur di belahan bumi bagian Selatan, artinya bentar lagi bakal lihat pohon yang berwarna warni, happy karena bakal banyak foto2 hahaha, tapi rada sedih karena cuaca makin dingin ( duhhhh maunya apa sih ). Gak sedih deng, baik2 aja, soalnya gua fans berat sama cuaca dingin. Cuma suka sebel kalau pagi2 hujan, bikin males bangun buat berangkat kerja, haha..

Ditempat gua kerja, karena di dapur, tentulah hangat setiap saat, jadi gua gak pernah pake sweater, walaupun beberapa teman gua pada pakai karena semriwing katanya.. Di tempat gua kerja, hanya gua doang yang dari Indonesia, tapi karena ras gua chinese, banyak orang malah ngirain kalau gua dari China. Rekan2 kerja gua lumayan bervariasi, gua gak bilang datang dari seluruh penjuru dunia yaaaa hehe.. Tapi memang beragam banget. Dengan keberagaman itu, tentulah salah satu hal yang sering gua perhatian adalah soal bahasa. Walaupun kadang suka ada beberapa kelompok yang kalau ngumpul, mereka bakal ngobrol bahasa asli mereka. Displin dari perusahaan, semuanya harus berbahasa Inggris dengan rekan sekerja. Tentunya ini sudah tahap ” you know i know “ itu gak berlaku banget. Bahasa Inggris gua mungkin masih pas-pas-an juga, tapi seenggaknya gak separah beberapa orang yang sering gua temuin. Ada beberapa teman dari India dan Philipina yang gua rasa bahasa Inggris itu bahasa kedua di negaranya setelah bahasa asli. Mungkin di Indonesia juga, tapi kedua negara itu rasanya lebih bagus bahasa Inggrisnya dari Indonesia ( CMIIW ).

Contohnya ni, pernah ada yang ngobrol sama gua terus tiba2 dipanggil lewat HT, terus dia ngomong :

Kolega : ” wait here, i’ll be back ”

BACK yang disebut sama dia itu intonasinya bukan  “BEK” kayak kata BEBEK, tapi intonasinya ” BAK ” kayak ” BAK MANDI “. Saat itu gua langsung mikir, ini dia yang salah apa gua yang salah ya? Tapi ternyata diwaktu lain, gua denger juga ada yang ngomong kayak ginian sama residen. Yah berarti mungkin sudah terbiasa dan tidak ada yang komplain kan..

Kolega : ” where is your yellow bag ? “

Intonasinya sama juga kayak “BAK MANDI” hihi.. Itu kalau gak pake kata yellow, jujur gua gak tahu dia ngomong apa.

Kolega : ” do you know where is Sam ? “

Sam disini itu nama orang, which is Samuel. Kebetulan dia gak pengen dipanggil Sammy, jadinya tetap pake nama Sam. Nah intonasinya mesti ” SEM “, ini kaga lho, intonasinya si kolega jadi ” SAM ” kayak di kata ” SAMBAL “. Padahal si SAM biasa dipanggil SEM. Malah Sam kadang dipanggil gak ngeh kalau itu dia, haha..

Dan masih ada sejuta hal lainnya yang kadang gua suka misuh2 sendiri kalau dengar.. Tapi ya udahlah, gak ada yang protes ini, jadinya suka2 mereka aja, gua tetap sesuai dengan yang gua pelajarin..

Pernah juga suatu kali habis meeting dengan tim dapur, si pembicara merasa banyak yang pada bengong pas dia ngomong, besoknya, di mesin absen, ada survei kecil2an  yang menyatakan, ” apakah kalian lebih senang / nyaman dijelasin dalam bahasa kalian sehari2 atau tetap pakai bahasa Inggris “.

Disisi lain, karena yang kerja disana, range umurnya dari yang muda sampai yang sudah senior diatas 60 tahun, ada beberapa ibu2 yang kerja di dapur dan laundry merasa kalau disuruh ngecek apa2 via email merasa keberatan. Karena katanya mereka gak pakai smartphone atau gak pakai laptop. Alasannya gua cuma cuci piring, buat apa gua disuruh ngecek2 email. Oiya, telepon dan sms antar provider disini itu gratis. Setidaknya dengan provider yang gua pakai yaitu Spark. Mungkin karena itu, beberapa ibu2 gak punya smartphone. Mungkin yaaaa..

Seperti yang gua pernah gua mention sebelumnya soal literacy dan numeracy test, Literacy itu ngetest kemampuan berbahasa Inggris dengan menulis dan membaca. Numeracy itu ngetest kemampuan berhitung. Gua nyoba Numeracy online test, busyet deh tanpa kalkulator, gagal. Gilingan deh yaa.. kemampuan matematika gua cetek abis tanpa kalkulator huhuhu. Pakai kalkulator aja juga gak benar semua, apalagi tanpa, hahaha.. Tadinya gua kira kayak test IQ jaman dulu, cuma jumlah2an kebawah dengan timer, ternyata soalnya bervariasi banget. Pakai bahasa Indonesia aja keder, ini pakai bahasa Inggris haha.. Tapi gua yakinlah gua bisa. Cuma perlu banyak latihan aja. Tes ini belum gua jalanin karena lagi nunggu visa kerja gua yang baru. Rada gak sabaran sih. Dan dengan tes ini, gua bakal naik 2 level, Level 2 dan 3 sekaligus. Oiya, kalau sampai level 7, artinya sama dengan lulus S1 di New Zealand. Diluar masalah cuma kerja di dapur, gua merasa sangat beruntung karena kerja di perusahaan yang kayak gini. Walaupun ternyata tidak semua orang kepilih buat dapat tes gini. Salah satu fungsi tes ini juga, kalau lulus, naik gaji. Hihihi.. Tapi ada aja lho yang males disuruh tes ina inu, jadi mau aja sudah kerja bertahun2, gajinya mentok kayak gaji awal. Walah, kalau gua sih yah, sudah pasti mau naik gajilah hahaha.. Manalagi tesnya dibayarin sama kantor, dan hasil tes ini berlaku diseluruh New Zealand, jadi kapanpun kalau resign pindah kerja, level2 ini ngikut di kitanya. Puji Tuhan banget deh..

Pertengahan bulan depan, semua karyawan dapat free flu jab. Tapi ternyata ada aja yang gak mau ambil, dengan berbagai macam alasan. Salah satunya karena tidak boleh disuntik. Ada satu agama/kepercayaan yang tidak memperbolehkan hal ini. Gak usah disebut deh namanya. Tapi gua pernah nonton salah satu episode tv serial, yang mereka hanya percaya Tuhan bakal selamatin mereka tanpa pengobatan, hanya pakai doa. Nah ada juga nih kolega gua yang kayak gini. Yah balik lagi yah, kepercayaan masing2. Kalau gua sih  ambil aja, bodo amat dibilang aji mumpung, lah wong dapat gratis ini. Berobat ke dokter, mahal shayyyyyy…

Ciao, Inly

Advertisements

32 thoughts on “Soal Kerjaan

  1. Aku dulu kerja di perusahaan milik Philipina. Dan atasanku langsung orang Filipina. Sampai nyaris 7 tahun aku kerja di sana, masih sering kepleset mengartikan apa yg diucapkan Beliau. Apalagi aksen Filipinanya kentel banget. Sampai sering kuulanh untuk memastikan kalau pendengaranku ga salah. Takut beda persepsi kan bahaya haha. Masalah bahasa Inggris mereka, atasanku yg lain suka ngomong gini, “mereka kan jagonya di Bahasa Inggris, kalo kemampuan mah orang kita yg lebih jago”

  2. Orang filipina emang kalo ngomong bahasa inggris mentok banget ya (masih inget dulu pas training ada peserta dari situ ngomong bicycle jadi baisikol wkwkwk), trus kalo yg dari thai atau vietnam kalo yg kurang bisa bahasa inggris ngomong ‘r’ jadi kaya ‘n’ (sugar – sugan). Tebak-tebakan jadinya ya kadang hihihi

    • Hihihi.. Padahal bahasa kedua mereka itu bahasa Inggris.. Mungkin jadi kayak Singlishnya SIngapore, selama keduanya mengerti yah udah.. Iya, Thai juga gua sempat ngalamin.. Beneran deh, kadang gua sampe suka mikir, yang salah gua apa mereka haha..

  3. Aku percaya sama kombinasi doa dan usaha koq biar sehat..(siapa juga yg nanya😝) Ini lagi nunggu jadwal flu jab juga.. Semoga tesnya lancar jaya dan bisa bikin naik gaji ya😄 Aku sejauh ini gak punya kenalan orang Filipina tapi sering denger cerita kocak/nyebelin dari orang sekitar soal ini..😉

  4. aku juga mengalami hal yang sama 2 teman kerja disini dari negara P, yasalam kalo mereka ngomong aku butuh beberapa detik buat ngerti maksudnya apa..
    pernah suatu kali aku ngakak sendiri karena dia cerita pengalaman mistis dia dan bilang “My hair is coming up, coming up” sambil pegang tangannya. setelah beberapa detik aku baru ngemet maksud dia dan aku nyolot bilang “GOOSEBUMP!! that’s how we call that” hahah

  5. Pingback: Teman orang Indonesia.. | Crossing Borders

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s