Singapore Biennale 2016 at Singapore Art Museum

Event ini sudah selesai pas akhir Februari 2017 lalu. Kesini gara2nya diajakin temen gua ( Inesa ) yang memang lagi ngetrip bareng ke Singapore. Gua ini bukan pecinta seni, jadi waktu itu setelah tahu harga masuknya berapa, gua memutuskan tidak ikutan masuk ke dalam, karena yah beneran, bakal bengong2 aja ga ngerti apa2.. dan mahal, hehe.. Ternyata, pas kita kesana, itu hari terakhir pameran, dan rame banget, plus FREE dong ternyata.. Ya wes, akhirnya ngikut dan ngadem aja didalam, haha..

Eventnya sendiri ada di beberapa tempat, total 6 tempat, tapi yang gua kunjungin, hanya Singapore Art Museum (SAM) saja. Pameran ini melibatkan banyak artist dari beberapa negara, salah satunya tentu dari Indonesia. Berhubung gak semuanya gua foto, jadi sharing beberapa saja. Walaupun rame dan tempatnya lumayan gede, 2-3 jam sih cukup lah. Hanya 1 yang gak kita kunjungi, yaitu Mirror Chapel. Keren banget kelihatannya dari luar, tapi antriannya gile.. Berliku2 dan panjangnya kayak ular.

Yang diatas ini, hasil karya Eddy Susanto, artist dari Jogjakarta. Sayang gambarnya gak terlalu fokus. Jadi ini ceritanya dari buku yang besar itu, keluar huruf2 yang nantinya akan membentuk gambar didinding, anyway, yang di dinding itu semacam selembar kertas yang ada gambarnya tapi, gambarnya dirangkai pakai huruf yang keluar dari buku dan membentuk kalimat. Mayan bikin takjub, tapi memang susah fotonya, mana ada penjaganya pula. Gak boleh dekat2, gak boleh pegang atau sentuh, but i guess, art itu memang hanya untuk dinikmati keindahannya, bener gak?

Yang ini namanya Black Forest, ceritanya tentang hutan yang kebakaran habis semua. Artistnya : Han Sai Por, orang Singapore. Seperti gambar yang dilihat yang gelap sebelah kanan. itu penampakan aslinya, GELAP. Dibikin dari arang, dan ibu yang bikin ini sudah umur 73 tahun, dan mulai ngerjain ini dari tahun 2011 ( ok, langsung mikir, dia kerjainnya di SAM gitu?ย  hehe )

Artist yang ini namanya Pannaphan Yodmanee, dari nama dan hasil karyanya, sudah bisa ditebak, beliau dari Thailand. Sculpturenya unik dan temanya habis gempa, jadi banyak reruntuhan. Banyak banget lho yang foto2 disini dengan pose yang cukup gak normal. Hehe.. Dan penjaganya tetap terus menginfokan ” hati2 jangan lewat batas / garis ya, mohon diturutin “

Kalau yang ini, kebetulan 2 karya seni yang berbeda. Yang sebelah kiri itu dari India, rangkaian semacam kayu2 yang dibalur sama pengharum, jujur sih baunya nyengat banget, tapi karena penasaran, masuk deh akhirnya, dan gak boleh dipegang juga ( padahal gua pengen banget hahaha ) Foto aja gak boleh pake Blitz lho.. Bahaya, kata petugasnya. Yang sebelah kanan, yang isinya mata2 itu, asalnya dari Philipina. Matanya digambar diatas batu marmer, rada terintimidasi di dalam ruangan ini, karena isinya mata semua. Hihihi..

IMG_1099

Nah hanya 1 ini yang bisa gua tebak, SOUL. Artist : Made Djirna, dari namanya sudah pada tahu kan yah dari mana si Bli ini.. Yes, Bali, Indonesia. Jadi ditengah2 ruangan itu ada semacam kapal yang angkut si roh2 atau jiwa2 orang yang sudah meninggalkan kita terlebih dahulu.

IMG_1158

Nah yang dibelakang gua itu, hasil karyanya Ni You Yu dari China. Ceritanya itu galaksi, dan bikin gambarnya dari kapur yang di taburin di sebuah papan tulis berwarna hitam yang sudah diberikan lem. Quite Fantastic sih, sampe pengen foto, masalahnya tetap gak boleh pake Blitz. Haha..

Yang disebelah kiri adalah hasil karya seni dari Singapore. oh iya, itu Speaker semua lho. Ceritanya ini adalah siaran radio dari seluruh Singapore ( gak live tentunya ). Jadi ruangannya gelap dan tersendiri, reflek suara dari speaker ini yang ditonjolkan.ย  Kalau yang sebelah kanan itu, hasil karya dari Jepang. Nama karyanya Paracosmos. Jadi dari tangga bawah sampai ke tangga atas, ditempelin dengan kaca2. ( bisa aja yah para artist ini, kepikiran aja lho semua tempat dikaryakan hehe )

IMG_1049

Kelihatannya seperti baju Zirah, dan ini adalah hasil karya seni dari Indonesia, Titarubi yang tinggal di Jogjakarta. Baju tersebut dibikin dari buah pala yang di celupin ke warna emas, keren yah. Sekali lagi, kepikiran banget bikin kayak gini ya.. hehe.

Selain seniman diatas, masih ada beberapa yang ikutan, seperti H.H.Lim, beliau dari Malaysia, dan hasil karyanya dia lumayan unik, berbentuk video dimana dia berdiri diatas bola basket selama 30 menit. Jadi ada 2 tv besar sertinggi orang aslinya, yang satu berisi selama dia berdiri diatas bola basket, dan yang satunya lagi dia terjatuh dari bola basketnya. Ada lagi Kentaro Hiroki, seniman dariย Jepang yang tinggal di Thailand, concern sama masalah buang sampah sembarangan. Nah uniknya, spot yang didapat oleh doi di SAM lumayan besar tempatnya, cuma dikasih pagar, dan hanya beberapa buah sampah tergeletak diarea sana. Gagal paham sih gua. Haha.. Ada seniman dari Taiwan, judulnya Good boy Bad boy, cuma berisi 2 cermin bewarna hitam yang kalau kita berdiri didepannya akan merefleksikan diri kita sendiri. Nah tinggal milih aja, sisi baik kita sebelah kanan atau sebelah kiri.

Sekian laporan pandangan mata, kalau diajakin lagi, tentunya akan mengatakan TIDAK, hehehe..

Ciao, Inly

Advertisements

4 thoughts on “Singapore Biennale 2016 at Singapore Art Museum

  1. Hahaha, aku anaknya ga cocok sama dunia art, Ci. Karena ga ngerti dan ga pandai menikmatinya yang ada aku malah ngantuk.:D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s